Kurikulum Mulok PLH SD Jabar | SDN Ciwangi Purwakarta
..:: Selamat Datang Peserta Didik Baru Di Sekolah TASBIH (Taqwa, Aman, Santun, Bersih, Indah, Hijau) ::..

Kurikulum Mulok PLH SD Jabar

Mulok PLH
Salah satu masalah pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah masih rendahnya pemahaman guru terhadap kurikulum berwawasan lingkungan hidup yang diduga memiliki kontribusi signifikan terhadap rendahnya mutu pendidikan diIndonesia. Oleh karena itu berbagai kegiatan telah dilakukan dalam upaya peningkatan mutu guru, yang salah satunya berbentuk pelatihan kurikulum berwawasan lingkungan hidup. Hasil kajian pelatihan kurikulum berwawasan lingkungan hidup yang selama ini dilakukan ternyata parsial dan belum mendasarkan pada kompetensi guru secara utuh sesuai dengan tugas dan fungsinya. Hal itu dapat terlihat dari banyak dan bergamnya jenis pelatihan guru yang seringkali tidak berkaitan dengan kurikulum berwawasan lingkungan hidup atau sebaliknya saling tumpang tindih.

Analisis Kebijakan
Kurikulum berwawasan lingkungan hidup merupakan salah satu unsur yang memberikan kontribusi untuk mewujudkan proses berkembangnya kualitas potensi peserta didik tersebut. Kurikulum berwawasan lingkungan hidup dikembangkan berbasis pada kompetensi sangat diperlukan sebagai instrumen untuk mengarahkan peserta didik menjadi: (1) manusia berkualitas yang mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah; (2) manusia terdidik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri; dan (3) warga negara yang demokratis, bertanggung jawab.

Pengembangan kurikulum berwawasan lingkungan hidup perlu dilakukan karena adanya berbagai tantangan yang dihadapi, baik tantangan internal maupun tantangan eksternal, penyempurnaan pola pikir, penguatan tata kelola kurikulum berwawasan lingkungan hidup, pendalaman dan perluasan materi.
(1) Tantangan Internal
Perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif. SDM usia produktif yang melimpah apabila memiliki kompetensi akan menjadi modal pembangunan yang luar biasa besarnya. Namun, apabila tidak memiliki kompetensi dan keterampilan tentunya akan menjadi beban pembangunan.

(2) Tantangan Eksternal
Tantangan eksternal yang dihadapi dunia pendidikan antara lain berkaitan dengan tantangan masa depan, kompetensi yang diperlukan di masa depan, persepsi masyarakat, perkembangan pengetahuan dan pedagogi, serta berbagai fenomena negatif yang mengemuka.

Manajemen Implementasi Lingkungan Hidup
(A) Perencanaan Implementasi Program Lingkungan Hidup (Program Citarum Bestari)
Tataran implementasi  Program Citarum Bestari diawali dengan sebuah perencanaan program melalui analisis konteks payung hukum kurikulum yang diberlakukan dan program pemerintah yang dicanangkan sehingga tertuang dalam perencanaan sekolah (Dokumen 1 KTSP dan RKAS) yang memuat pengembangan program sekolah dan alokasi anggaran untuk pengembangan program 8 SNP yang mengintegrasikan Program Citarum Bestari.

Dalam kegiatan perencanaan ini satuan Pendidikan harus melakukan revisi dokumen 1 KTSP dan perubahan alokasi anggaran RKAS di awal tahun pelajaran.

(B) Pelaksanaan  Pendidikan Lingkungan Hidup (Program Citarum Bestari)
Implementasi Program Citarum Bestari dikembangkan dảri:
1. Inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan materi tentang masalah dan penanggulangan sampah, limbah domestik, ảir, dan perilaku hidup bersih dan Sehat (PHBS). Kegiatan ini meliputi antara lain:
  • Ânalisis SK / KD mulok PLH yang diintegrasikan dalam tema-tema pembelajaran di sekolah.
  • Mengembangan Kurikulum mulok PLH (Pergub 25 Tahun 2007) ke dalam indikator pencapaian kompetensi yang bermuara pada tema-tema yang dipetakan sesuai dengan tingkatan kelas.
  • Pemilihan model-model pembelajaran yang efektif dengan mengintegrasikan materi Citarum Bestari pada PLH ke dalam pembelajaran tematik
  • Menentukan jenis dan rubrik penilaian proses/hasil pembelajaran yang menekankan pada aspek sikap dan keterampilan.
2. Dokumen RKAS
Penyususnan RKAS mengalokasikan anggaran/biaya untuk kegiatan pembiasaan/ budaya sekolah dalam mengembangkan Program Citarun Bestari (masalah dan penanggulangan sampah, limbah domestik, ảir, dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)) yang dituangan dalam bentuk kegiatan dan alokasi anggaran minimal pada 8 SNP jika sekolah tersebut mengembangan program unggulan tertentu.

(C) Pengawasan Implementasi Program Lingkungan Hidup (Program Citarum Bestari)
Kegiatan pengawasan dimaksudkan untuk penjaminan keberlangsungan program. Pengawasan dapat dilakukan oleh penanggung jawab program kegiatan di sekolah tersebut, pengawas sekolah yang ikut serta membina pengembangan program ataupun oleh instansi yang terkait secara terprogram dan berkelanjutan.

(D) Penilaian Implementasi Program Lingkungan Hidup (Program Citarum Bestari)
Produk penilaian minimal meliputi aspek 3P (penampilan, pelayanan, dan prestasi) sebagai outputnya. Kegiatan ini dapat dílakukan:
1. Disetiap akhir tahun oleh kepala sekolah sebagai penilaian kêtercapaian program.
2. Melalui event lomba-lomba yang berkaitan dengan program pengembangan lingkungan hidup  (Program Citarum Bestari).

Download:

Masukkan E-Mail Anda:

0 Tanggapan "Kurikulum Mulok PLH SD Jabar"

Post a Comment